Siperubahan.com–
Pada bulan Februari 2017 akan diadakan Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada) serentak di delapan provinsi, delapan belas kota dan tujuh
puluh enam kabupaten. Kabupaten Lembata di Nusa Tenggara Timur adalah
salah satu dari tujuh puluh enam kabupaten yang akan melasanakan
pemilihan kepalah daerah (Pilkada) serentak. Di Kabupaten Lembata suhu
politik semakin memanas. Panasnya suhu politik Kabupaten Lembata
terlihat sampai pada kehidupan masyarakat akar rumput. Mereka saling
menjagokan figur masing-masing. Bukan hanya itu mereka juga saling
menjagokan partai politik pengusung kandidat. Lobi-lobi politik antara
partai pun terjadi, semuanya ini untuk mengarah pada kemenangan dalam
Pilkada Lembata. Masyarakat Lembata kini telah cerdas dalam dalam
menentukan pilihan. Setelah mengalami dan merasakan yang terjadi di
Kabupaten Lembata Selama kepemimpinan Paket Lembata Baru. Lembata baru
menakodai Lembata selama lima tahun ini.
Untuk menjadi pemimpin Lembata di butuhkan mereka yang memiliki kriteria “Cukup”. John C. Maxwell dalam Buku „The Winning Attitude“ menggambarkan orang ingin berubah karena cukup sakit sehingga terpaksa berubah, cukup belajar sehingga ingin berubah, cukup menerima sehingga bisa berubah. Lembata saat ini berada dalam kepincangan pembangunan di segala aspek kehidupan manusia. Untuk bisa berubah dibutuhkan seorang pemimpin. Namun, Menjadi seorang pemimpin tidak mudah. Banyak yang mencelah walaupun sudah banyak upaya yang dilakukan. Pemimpin diukur dari tindakan dan hasil kerjanya, bukan hanya kepiawaiannya dalam beretorika. Lembata membutuhkan pemimpin yang cukup cerdas dan berinisiatif, Pemimpin cukup bertanggungjawab dan dapat dipercaya, cukup jujur dan rela berkorban, cukup dicintai dan mencintai kelompoknya. Lembata merindukan Pemimpin yang memiliki jiwa membangun. Pemimpin yang menginginkan perubahan secara menyeluruh dan mendasar. Pemimpin yang mampu merangkul dan memperbaiki tatanan kehidupan. Lembata saat ini sesungguhnya berada pada suatu krisis. Krisis kepercayaan kepada pemimpin. Kerisis pembangunan. Krisis sosial budaya. Untuk itulah saat ini Kabupaten Lembata merinduhkan Pemimpin berbudi luhur dan berhati bersih. Untuk Lembata yang lebih baik.
Untuk memikat hati rakyat para kandidat dengan daya upaya dan begitu antusias untuk mengikuti survei oleh lembaga independen tertentu. Tujuan dari survei Independen adalah untuk mengukur tingkat elektabilitas dan rekam jejak para kandidat. Dengan hasil survei tersebut mereka (para kandidat) boleh mensosialisasikan diri kepada masyarakat.
Demikian sama halnya yang terjadi pada partai politik. Setiap partai poitik pasti menginginkan yang terbaik. Seperti keinginan masyarakat. Penentuan kandidat melalui partai politik juga melalui mekanisme. Mekanisme Partai politik melalui beberapa tahapan (pengrekrutan dan seleksi). Tentu dilakukan dengan sangat ketat. Penjaringan yang ketat guna mengorbitkan kandidat terbaik. Dengan kandidat terbaik partai politik berharap dapat memikat hati masyarakat atau pemilih. Dan pastinya partai politik menginginkan kemenangan. Kemenangan figur akan menjadi kemenangan partai politik pengusung. Dengan kemenangan kandidat, ia sesungguhnya turut berkontribusi dalam memebesarkan partai politik. Partai politik pengusung akan menjadi partai pendukung pemerintahan. Partai politik akan mensosialisasikan kandidat. kandidat kebanggaan partai. Segala kekuatan yang dimiliki partai politik pun diberdayakan. Mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sampai Pimpinan Anak Cabang (PAC). Semuanya memfokuskan perhatian pada kemenangan kandidat. Sebab kemenangan kandidat merupakan keberhasilan partai pengusung. Keberhasilan partai memikat hati masyarakat. Keberhasilan partai dalam keikutsertaannya dalam pesta demokrasi (pilkada)
Semua kandidat yang maju dalam pilkada adalah kandidat terbaik. Yang memiliki visi dan misi membangun daerah lima tahun kedepan. Jika terpilih. Dari kandidat terbaik tersebut tentu ada seorang kandidat terbaik dari yang terbaik. Namun masyarakat yang menentukan pilihannya. Masyarakat pasti mengenal siapa calon pemimpinnya. Masyarakat juga pasti menginginkan siapa yang akan menjadi pemimpinnya mendatang. Saat ini masyarakat sedang merindukan pemimpin Berkualitas. Tentu untuk itu dibutuhkan pemilih yang cerdas dalam menentukan pilihan agar memperoleh pemimpin berkualitas pemimpin yang ideal. Masyarakat menginginkan perubahan mendasar dan signifikan. Untuk semua itu dibutuhkan seorang pemimpin berkualitas. Perlu di ingat bahwa kesalahan menentukan pilihan akan berdampak lima tahun mendatang. Untuk itu sebelum menentukan pilihan kenalilah figur pemimpin dengan baik. Demikian pula calon pemimpin harus mengenal pemilihnya. Kini masyarakat Lembata sedang manantikan dan mengimpikan seorang pemimpin berkualitasdan ideal yang berhati bersi dan memiliki jiwa membangun Lembata.**
Untuk menjadi pemimpin Lembata di butuhkan mereka yang memiliki kriteria “Cukup”. John C. Maxwell dalam Buku „The Winning Attitude“ menggambarkan orang ingin berubah karena cukup sakit sehingga terpaksa berubah, cukup belajar sehingga ingin berubah, cukup menerima sehingga bisa berubah. Lembata saat ini berada dalam kepincangan pembangunan di segala aspek kehidupan manusia. Untuk bisa berubah dibutuhkan seorang pemimpin. Namun, Menjadi seorang pemimpin tidak mudah. Banyak yang mencelah walaupun sudah banyak upaya yang dilakukan. Pemimpin diukur dari tindakan dan hasil kerjanya, bukan hanya kepiawaiannya dalam beretorika. Lembata membutuhkan pemimpin yang cukup cerdas dan berinisiatif, Pemimpin cukup bertanggungjawab dan dapat dipercaya, cukup jujur dan rela berkorban, cukup dicintai dan mencintai kelompoknya. Lembata merindukan Pemimpin yang memiliki jiwa membangun. Pemimpin yang menginginkan perubahan secara menyeluruh dan mendasar. Pemimpin yang mampu merangkul dan memperbaiki tatanan kehidupan. Lembata saat ini sesungguhnya berada pada suatu krisis. Krisis kepercayaan kepada pemimpin. Kerisis pembangunan. Krisis sosial budaya. Untuk itulah saat ini Kabupaten Lembata merinduhkan Pemimpin berbudi luhur dan berhati bersih. Untuk Lembata yang lebih baik.
Untuk memikat hati rakyat para kandidat dengan daya upaya dan begitu antusias untuk mengikuti survei oleh lembaga independen tertentu. Tujuan dari survei Independen adalah untuk mengukur tingkat elektabilitas dan rekam jejak para kandidat. Dengan hasil survei tersebut mereka (para kandidat) boleh mensosialisasikan diri kepada masyarakat.
Demikian sama halnya yang terjadi pada partai politik. Setiap partai poitik pasti menginginkan yang terbaik. Seperti keinginan masyarakat. Penentuan kandidat melalui partai politik juga melalui mekanisme. Mekanisme Partai politik melalui beberapa tahapan (pengrekrutan dan seleksi). Tentu dilakukan dengan sangat ketat. Penjaringan yang ketat guna mengorbitkan kandidat terbaik. Dengan kandidat terbaik partai politik berharap dapat memikat hati masyarakat atau pemilih. Dan pastinya partai politik menginginkan kemenangan. Kemenangan figur akan menjadi kemenangan partai politik pengusung. Dengan kemenangan kandidat, ia sesungguhnya turut berkontribusi dalam memebesarkan partai politik. Partai politik pengusung akan menjadi partai pendukung pemerintahan. Partai politik akan mensosialisasikan kandidat. kandidat kebanggaan partai. Segala kekuatan yang dimiliki partai politik pun diberdayakan. Mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sampai Pimpinan Anak Cabang (PAC). Semuanya memfokuskan perhatian pada kemenangan kandidat. Sebab kemenangan kandidat merupakan keberhasilan partai pengusung. Keberhasilan partai memikat hati masyarakat. Keberhasilan partai dalam keikutsertaannya dalam pesta demokrasi (pilkada)
Semua kandidat yang maju dalam pilkada adalah kandidat terbaik. Yang memiliki visi dan misi membangun daerah lima tahun kedepan. Jika terpilih. Dari kandidat terbaik tersebut tentu ada seorang kandidat terbaik dari yang terbaik. Namun masyarakat yang menentukan pilihannya. Masyarakat pasti mengenal siapa calon pemimpinnya. Masyarakat juga pasti menginginkan siapa yang akan menjadi pemimpinnya mendatang. Saat ini masyarakat sedang merindukan pemimpin Berkualitas. Tentu untuk itu dibutuhkan pemilih yang cerdas dalam menentukan pilihan agar memperoleh pemimpin berkualitas pemimpin yang ideal. Masyarakat menginginkan perubahan mendasar dan signifikan. Untuk semua itu dibutuhkan seorang pemimpin berkualitas. Perlu di ingat bahwa kesalahan menentukan pilihan akan berdampak lima tahun mendatang. Untuk itu sebelum menentukan pilihan kenalilah figur pemimpin dengan baik. Demikian pula calon pemimpin harus mengenal pemilihnya. Kini masyarakat Lembata sedang manantikan dan mengimpikan seorang pemimpin berkualitasdan ideal yang berhati bersi dan memiliki jiwa membangun Lembata.**
artikel ini dapat di baca di dengan mengklik www.siperubahan.com